Latest Post
17.26
Presiden Boston Institute for Developing Economies (BIDE), Gustav Papanek yang merupakan profesor pria berkebangsaan Amerika Serikat mengatakan, Indonesia selain kaya akan sumber daya alam Indonesia juga sangat potensial untuk mengembangkan industri manufakturnya di sektor pertanian.
Indonesia Harusnya Bisa Jadi 'Raja' Pertanian Dunia
Written By Unknown on Kamis, 13 Maret 2014 | 17.26
Jakarta -Sampai saat ini perekonomian Indonesia masih banyak mengandalkan penjualan sumber daya alam (SDA). Padahal harusnya Indonesia bisa menjadi negara pertanian yang unggul di dunia.
Presiden Boston Institute for Developing Economies (BIDE), Gustav Papanek yang merupakan profesor pria berkebangsaan Amerika Serikat mengatakan, Indonesia selain kaya akan sumber daya alam Indonesia juga sangat potensial untuk mengembangkan industri manufakturnya di sektor pertanian.
Pria berumur 88 tahun ini menjelaskan, salah satu keunggulan yang bisa dijadikan potensi untuk meningkatkan perekonomian Indonesia adalah sektor pertanian, karena Indonesia memiliki kelebihan yang tidak dimiliki oleh negara yang lain.
"Salah satu industri manufaktur yang potensial di Indonesia adalah industri manufaktur agro, karena di sana Indonesia memiliki kelebihan dibandingkan dengan negara lain," kata Papanek dalam diskusi Ekonomi di Jakarta, Kamis (13/3/2014).
Gustav menjelaskan, negara yang memiliki iklim subtropis harus mengeluarkan biaya ekstra untuk menjaga tanaman tetap hidup. Sedangkan Indonesia hanya mengenal musim hujan dan kemarau yang sangat menguntungkan untuk industri pertanian.
"Untuk sektor pertanian di negara sub tropis jika mengalami musim dingin, maka perlu biaya lebih untuk menjaga tanaman pertanian tetap hidup yaitu dengan penyesuaian suhu agar tanaman di tidak mati, sementara di Indonesia iklim sudah sangat mendukung untuk melakukan itu," imbuhnya.
Menurut Papanek, salah satu cara yang paling tepat untuk meningkatkan industri pertanian Indonesia adalah dengan memberikan pelatihan gratis kepada para petani, ataupun karyawan sektor pertanian yang tentunya akan memberikan dampak positif kepada industri pertanian.
"Salah satu cara untuk meningkatkan industri pertanian ini yang paling tepat adalah dengan memberikan training gratis kepada para petani atau karyawan di sektor pertanian, hal ini tentu akan meningkatkan produksi pertanian," kata Papanek.
Namun sayangnya, Indonesia saat ini sudah terkena dutch disease yang menyebabkan orang-orang lebih memilih untuk mengerjakan segala sesuatu yang lebih mudah, seperti investasi di tambang.
"Orang Indonesia itu sudah terkena dutch disease yaitu mereka sudah keenakan dengan sumber daya alam yang ada, mau ambil batu bara tinggal di keruk, mau ambil minyak tinggal dibor. Sehingga kita sudah sangat nyaman tanpa harus mengembangkan sektor manufaktur yang ada," tambahnya.
(dnl/dnl)
Label:
Ekonomi,
Ekonomi Bisnis
17.21

BI: Rupiah Sudah Menguat 5,18% Sejak Akhir Januari

Jakarta -Bank Indonesia (BI) mencatat penguatan rupiah pada bulan Februari 2014 di posisi 11.609/US$ atau menguat 5,18% dibandingkan level akhir Januari 2014. Menurut BI, hal ini karena fundamental ekonomi Indonesia yang sehat.
"Fundamental ekonomi yang semakin sehat yang kemudian mendorong perbaikan kinerja sektor eksternal tersebut berdampak pada menguatnya nilai tukar rupiah. Pada Februari 2014, rupiah ditutup di level Rp 11.609 per dolar AS, menguat 5,18% dibandingkan dengan level akhir Januari 2014," ungkap ungkap Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Tirta Segara membacakan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) di Gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Kamis (13/3/2014).
Secara rata-rata, rupiah pada bulan Februari 2014 tercatat Rp 11.919/US$, menguat 2,02% dibandingkan dengan rata-rata rupiah pada Januari 2014 sebesar Rp 12.160/US$.
"Ke depan, Bank Indonesia tetap konsisten menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sesuai dengan nilai fundamentalnya dan didukung berbagai upaya untuk meningkatkan pendalaman pasar valas," jelasnya.
Kemudian aliran masuk modal asing diperkirakan terus membaik dipengaruhi prospek ekonomi domestik yang semakin sehat. Hingga Februari 2014, aliran masuk portofolio asing ke pasar keuangan Indonesia telah mencapai Rp 34,6 triliun. Dengan perkembangan positif tersebut, cadangan devisa Indonesia pada Februari 2014 meningkat menjadi US$ 102,7 miliar.
"Cadangan devisa Indonesia pada Februari 2014 meningkat menjadi 102,7 miliar dolar AS yang setara 5,9 bulan impor atau 5,7 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor," terangnya.
(mkl/hen)
Sumber :
17.15
Pemilu Tak Meriah, BI Prediksi Pertumbuhan Ekonomi RI Tak Capai 6%
Jakarta -Bank Indonesia (BI) memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak akan mencapai target tahun ini, dari target awal APBN 2014 sebesar 6%. BI memproyeksikan ekonomi tumbuh hanya 5,5%-5,9%.
Faktor penyebab yang pertama adalah penurunan belanja dari agenda pemilihan umum (pemilu) yang akan digelar tahun ini. Sehingga mengurangi secara total konsumsi rumah tangga dari yang diperkirakan.
Tirta menilai, pemilu tahun ini berbeda dibandingkan pemilu pada periode sebelumnya. Di mana memberikan konstribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi.
"Kan awalnya dari pemilu itu bisa nyumbang pertumbuhan ekonomi sebesar 0,2%. Tapi dari BI melihat itu tidak akan mencapai angka tersebut. Karena belanja dari pemilunya tidak sebesar yang diharapkan. Jadi seperti orang masang spanduk atau poster atau panggung buat nyanyi-nyanyi itu kan sedikit sekarang," paparnya
Kemudian adalah pemberlakuan aturan larangan ekspor tambang mentah sejak 12 Januari 2014. Kebijakan ini akan membuat ekspor Indonesia menurun. Terlihat pada Januari 2014, neraca perdagangan defisit sebesar US$ 430 juta.
Namun BI tetap melihat ada prospek yang cerah dari sisi ekspor. Ada tren peningkatan ekspor bahan manufaktur, produk kimia, logam karena naiknya permintaan dari negara mitra dagang.
"Jadi tetap berada di luar perkiraan sebelumnya," ujar Tirta.
Penyebab selanjutnya adalah investasi yang akan lesu pada semester I-2014. "Pertumbuhan investasi yang dimungkinkan tumbuh pada semeseter I ternyata hanya tumbuh di semester II," jelasnya.
(mkl/dnl)
Sumer :
Label:
Ekonomi,
Ekonomi Bisnis
17.11

Ini Alasan BI Rate Masih Bertahan di 7,5%

Jakarta -Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia memutuskan untuk mempertahankan BI Rate sebesar 7,50%. Adapun suku bunga Lending Facility dan suku bunga Deposit Facility masing-masing tetap pada level 7,50% dan 5,75%.
Apa alasan BI mematok suku bunga ini di level yang sama sejak November 2014?
"Kebijakan tersebut masih konsisten dengan upaya untuk mengarahkan inflasi menuju ke sasaran 4,5±1% pada 2014 dan 4,±1% pada 2015," kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Tirta Segara di Gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Kamis (13/3/2014).
Ia mengatakan BI Rate ini mampu mengendalikan defisit transaksi berjalan menurun ke tingkat yang lebih sehat. Perkembangan sejauh ini menunjukkan inflasi yang terkendali dan defisit transaksi berjalan yang menurun.
"Ke depan, Bank Indonesia tetap mencermati berbagai risiko, baik dari global maupun domestik, dan menempuh langkah-langkah antisipatif guna memastikan stabilitas ekonomi tetap terjaga dan mendorong perekonomian bergerak ke arah yang lebih seimbang sehingga dapat mendukung perbaikan kinerja transaksi berjalan," paparnya.
Dikatakan Tirta lebih jauh, BI akan terus memperkuat bauran kebijakan moneter dan makroprudensial, melanjutkan upaya pendalaman pasar keuangan, serta meningkatkan koordinasi dengan Pemerintah dalam pengendalian inflasi dan defisit transaksi berjalan, termasuk kebijakan untuk memperbaiki struktur perekonomian.
BI juga melihat pemulihan ekonomi dunia masih berlanjut, namun dengan akselerasi yang tidak sekuat perkiraan sebelumnya. Pemulihan terutama ditopang oleh perbaikan ekonomi negara maju, sejalan dengan masih berlanjutnya stimulus moneter dan menurunnya hambatan fiskal, sementara pertumbuhan ekonomi China belum kembali meningkat terkait dengan kebijakan rebalancing yang sedang ditempuh.
Perkembangan ini pada gilirannya menyebabkan kenaikan harga komoditas primer dunia masih terbatas.
"Bank Indonesia akan terus mencermati berbagai risiko dari perekonomian global, terutama terkait dengan normalisasi kebijakan moneter the Fed, kemungkinan pemulihan ekonomi global yang tidak sekuat perkiraan akibat perlambatan ekonomi China, dan kerentanan eksternal yang dapat muncul di beberapa negara emerging markets," terang Tirta.
(mkl/dru)
Sumber :
17.04
Jakarta - Di tengah isu santer deklarasi pencapresan, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) malam ini meresmikan revitalisasi kawasan Kota Tua, Jakarta Barat. Dalam acara itu, Jokowi dianugerahi medali perpisahan.
Di Tengah Isu Deklarasi Pencapresan, Jokowi Dapat Medali Perpisahan
Jakarta - Di tengah isu santer deklarasi pencapresan, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) malam ini meresmikan revitalisasi kawasan Kota Tua, Jakarta Barat. Dalam acara itu, Jokowi dianugerahi medali perpisahan.
Jokowi hadir di acara Fatahillah Fiesta itu sekitar pukul 07.00 WIB, Kamis (13/3/2014). Setelah mendengarkan pemaparan dari panitia dan pihak konsorsium Kota Tua, Jokowi kemudian meresmikan revitalisasi Kawasan Kota Tua.
"Kira-kira delapan bulan lalu datang ke saya Pak Darmono beserta teman-temannya menyampaikan soal Kota Tua ini. Saya tidak tahu sudah mutar lebih dari 20 kali, saya melihat saya mengamati. Saya dalam hati telah memutuskan, bahwa tahun ini akan kita mulai revitalisasi ini," ujar Jokowi.
Usai memberikan sambutan, Jokowi kemudian dianugerahi medali oleh panitia acara Fatahillah Fiesta, Lin Cowei. Medali yang diberi itu sudah kuno dan memiliki arti tersendiri.
"Saya dapat cerita tentang medali ini. Dulu ada seorang gubernur jenderal yang mau pergi setelah mengabdi. Gubernur ini kemudian mendapatkan kenang-kenangan sebuah medali dari kapten pertama," ujar Lin.
Lalu, medali tersebut kemudian diberikan kepada Jokowi untuk membangkitkan lagi nilai historis Batavia.
"Kita ingin memperbaharuinya. Oleh karena itu Kita ingin memberikan medali ini kepada Pak Jokowi. Kami juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak," tutupnya.
Jokowi pun menerima medali itu dengan senyum. Dia pun lantas mengalungkannya ke lehernya.
Apakah medali ini jadi tanda perpisahan Jokowi sebagai Gubernur DKI?
Sumber :
16.40
Kecantikan Pulau Morotai,
Kepulauan Halmahera, Maluku Utara, seakan-akan tidak pernah habis untuk
dieksplorasi. Yang membuat semakin penasaran adalah karena tempat ini
sebelumnya tidak banyak dikunjungi wisatawan. Namun gaung Sail Morotai 2012,
membuat pelancong domestik dan mancanegara ingin menikmati dari dekat
destinasi baru ini. Dua pulau kecil yang harus Anda kunjungi di kawasan
Morotai ini adalah Pulau Sumsum dan Dodola yang saling berdekatan.
Tempatnya indah dan nyaris belum terjamah.
Secara
filosofi, Pulau Sumsum artinya sumur atau parigi, beberapa ada yang
menyebut dengan nama Mc Arthur Island. Selain menjadi tempat
peristirahatan, disini pulalah Mc Arthur melakukan koordinasi rahasia
dengan para jenderal sekutu Amerika di Pasifik, Australia, Asia dan
Eropa dalam mendesain strategi perang. Itu mengapa di pulau ini terdapat
bungker tua yang sedikit banyak akan memberikan gambaran kepada kita
tentang kisah perang pada tahun 1944 – 1945 tersebut. Selain mempunyai
nilai historis yang tinggi, Sumsum menyimpan daya tarik panorama yang
eksotis. Pasir putihnya berkerikil. Air pantainya jernih perpaduan
antara biru dan hijau. Suasanya masih sangat sepi dan menenangkan. Anda
tidak akan kecewa mengunjungi Sumsum. Untuk mencapai Pulau Sumsum, Anda
bisa naik kapal dari Tobelo ke Daruba, Morotai yang beroperasi seminggu 3
kali. Setelah itu menyewa speedboat dengan waktu tempuh sekitar 20
menit.
Sementara
itu pulau Dodola adalah pulau yang paling dekat dengan Sumsum. Sama
dengan Sumsum, Anda akan melihat hamparan pantai pasir putih yang sangat
luas yang menghubungkan Pulau Dodola Besar dan Dodola Kecil. Di sini
kita kita akan menemukan pasir dengan dua tipe berbeda, yakni kasar dan
halus. Panoramanya sangat cocok untuk bersantai, berenang, memancing dan
menyelam. Karena berdekatan dengan Sumsum, konon Mac Arthur sering
berlibur ke Dodola dengan pasukannya. Pulau ini hanya berjarak 5 mil
dari Daruba. Untuk mencapai Dodola, Anda cukup dengan menyewa speedboat
dari Pelabuhan Daruba dengan waktu tempuh sekitar 20 menit.
Pulau Sumsum dan Pulau Dodola di Morotai yang Masih Perawan
Written By Unknown on Rabu, 12 Maret 2014 | 16.40
Kecantikan Pulau Morotai,
Kepulauan Halmahera, Maluku Utara, seakan-akan tidak pernah habis untuk
dieksplorasi. Yang membuat semakin penasaran adalah karena tempat ini
sebelumnya tidak banyak dikunjungi wisatawan. Namun gaung Sail Morotai 2012,
membuat pelancong domestik dan mancanegara ingin menikmati dari dekat
destinasi baru ini. Dua pulau kecil yang harus Anda kunjungi di kawasan
Morotai ini adalah Pulau Sumsum dan Dodola yang saling berdekatan.
Tempatnya indah dan nyaris belum terjamah.
Pulau Sumsum adalah pulau dengan nilai
historis yang sangat tinggi. Hanya terletak 3 mil dari kota Daruba,
ibukota Morotai, disinilah Jenderal Douglas Mc Arthur yang pemimpin
pasukan sekutu untuk kawasan Asia Pasifik pernah tinggal pada masa Perang Dunia II.
Goa pusat komando dan tempat pendaratan Amphibi masih terlihat disana.
Untuk mengenang Mc Arthur, maka monumen Mc Arthur berdiri dengan gagah
disini. Selain monumen, terdapat gua dan sumber mata air yang biasa
digunakan mandi oleh Mac Arthur. Konon air ini bisa memperlihatkan
ramalan gambar Mc Arthur saat akan melakukan perang.
Secara
filosofi, Pulau Sumsum artinya sumur atau parigi, beberapa ada yang
menyebut dengan nama Mc Arthur Island. Selain menjadi tempat
peristirahatan, disini pulalah Mc Arthur melakukan koordinasi rahasia
dengan para jenderal sekutu Amerika di Pasifik, Australia, Asia dan
Eropa dalam mendesain strategi perang. Itu mengapa di pulau ini terdapat
bungker tua yang sedikit banyak akan memberikan gambaran kepada kita
tentang kisah perang pada tahun 1944 – 1945 tersebut. Selain mempunyai
nilai historis yang tinggi, Sumsum menyimpan daya tarik panorama yang
eksotis. Pasir putihnya berkerikil. Air pantainya jernih perpaduan
antara biru dan hijau. Suasanya masih sangat sepi dan menenangkan. Anda
tidak akan kecewa mengunjungi Sumsum. Untuk mencapai Pulau Sumsum, Anda
bisa naik kapal dari Tobelo ke Daruba, Morotai yang beroperasi seminggu 3
kali. Setelah itu menyewa speedboat dengan waktu tempuh sekitar 20
menit.
Sementara
itu pulau Dodola adalah pulau yang paling dekat dengan Sumsum. Sama
dengan Sumsum, Anda akan melihat hamparan pantai pasir putih yang sangat
luas yang menghubungkan Pulau Dodola Besar dan Dodola Kecil. Di sini
kita kita akan menemukan pasir dengan dua tipe berbeda, yakni kasar dan
halus. Panoramanya sangat cocok untuk bersantai, berenang, memancing dan
menyelam. Karena berdekatan dengan Sumsum, konon Mac Arthur sering
berlibur ke Dodola dengan pasukannya. Pulau ini hanya berjarak 5 mil
dari Daruba. Untuk mencapai Dodola, Anda cukup dengan menyewa speedboat
dari Pelabuhan Daruba dengan waktu tempuh sekitar 20 menit.
Nah, tunggu apa lagi, ke Morotai kini semakin mudah dengan bermacam moda transportasi yang ada. Jadilah wisatawan yang lebih dulu menikmati keindahan Morotai dan pulau-pulau disekitarnya. Selamat liburan!
Label:
Seni Budaya dan Pariwisata
15.46

Ditarik Iuran OJK Rp 50-100 Juta/Tahun, Ini Tanggapan Agen Reksa Dana

Jakarta -Mulai tahun ini, Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
mulai memungut iuran kepada perusahaan pelaku industri keuangan,
termasuk perusahaan pengelola reksa dana. Apa tanggapan perusahaan reksa
dana?
Asosiasi Pengelola Reksa Dana Indonesia (APRDI) berencana
mengumpulkan seluruh anggotanya untuk membahas pungutan OJK yang mulai
ditarik 1 Maret 2014.
Dalam peraturan, para agen penjual efek reksa dana ini dikenakan pungutan Rp 50-100 juta per tahun tiap perusahaan.
Ketua
APRDI Denny Taher mengatakan, pihaknya akan mengumpulkan para
anggotanya untuk membahas pungutan ini secara lebih jelas. "Kita belum
diskusi, kita nanti akan rapat anggota minggu depan," kata dia saat
ditemui di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (11/3/2014).
Denny
menjelaskan, pihaknya mengaku belum paham terkait pungutan OJK yang
dibebankan kepada industri keuangan. "Kita akan diskusi bagaimana lebih
detail tata caranya. Bagaimana tata cara pungutan dan pelaksanannya, ini
kan belum jelas ya," terang dia.
Namun meskipun keberatan, Denny
mengaku akan tetap mengikuti peraturan yang sudah dibuat. "Ini sudah
jadi PP (Peraturan Pemerintah) ya sudah, mau nggak mau. Sudah aturan mau
bilang keberatan bagaimana," cetusnya.
(drk/dnl)



