"Posisi Rp 11.000 itu sudah pada ekuilibirium baru, sudah pada harga fundamental," kata Hatta di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Senin (10/3).
Hatta mengatakan, penguatan nilai tukar rupiah tidak boleh secara drastis karena akan berdampak buruk pada aktivitas ekspor.
"Rupiah kita juga tidak boleh menguat secara drastis, kita juga harus menjaga ekspor," kata dia.
Sejak beberapa pekan terakhir, terjadi penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang cukup signifikan. Pada Februari 2014, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hampir mendekati Rp 13.000.
Seiring menguatnya fundamental ekonomi nasional, pergerakan rupiah kini menempati titik ekuilibirium baru.


Investor Daily
Penulis: Nov/YUD
Sumber:Investor Daily